Harus tahu! Ini adalah resiko tidak membayar utang pinjol.
Ilustrasi Uang.(Motorplus/Reka)

Harus tahu! Ini adalah resiko tidak membayar utang pinjol.

Pinjaman online (pinjol) bisa menjadi salah satu pilihan pemberian pinjaman di masyarakat modern.Resiko tidak membayar utang pinjol. Namun ada juga yang harus terlibat dalam kasus pinjaman ilegal.

Layanan pinjaman ini sebenarnya sangat mudah digunakan, meski syaratnya tidak serumit di bank atau koperasi. Prosesnya juga memakan waktu kurang dari 24 jam hingga dana yang dipinjam menjadi cair.

Tapi jangan lupa untuk menggunakan layanan ini dengan benar. Menurut sejumlah perencana keuangan, masyarakat sebaiknya meminjam tidak lebih dari 30% dari gaji bulanannya agar lebih mudah membayar.

Perlu juga dicatat bahwa suku bunga pinjaman biasanya lebih tinggi dan jangka waktu pelunasannya lebih pendek. Artinya ada risiko terjebak utang yang tinggi dan ketidakmampuan membayar.

Sebagai catatan, tetap lunasi seluruh pinjaman. Kecuali ada resiko besar yang harus ditanggung oleh pelanggan.

Resiko tidak membayar utang pinjol formal OJK ini dirangkum dari serangkaian pernyataan OJK dan Satgas Pencegahan Investasi (SWI):

1. Masuk daftar hitam SLIK OJK.

Saat mengajukan pinjaman, masyarakat akan diminta untuk melampirkan sejumlah data diri. Misalnya informasi KTP, KK, NPWP, rekening bank internet dan slip gaji.

Dengan demikian, perusahaan fintech dapat mengetahui identitas pelanggan, seperti nama lengkap, alamat rumah, pekerjaan, alamat kantor, nomor kontak, dan orang-orang terdekat Anda.

Jika Anda tidak dapat mengembalikan pinjaman, data pribadi publik akan ditransfer ke OJK dan masuk daftar hitam. Mulai dari BI Checking hingga Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK OJK).

Baca Juga :   Studi: Algoritma Instagram tidak menghentikan remaja mencari narkoba

SLIK adalah informasi tentang riwayat debitur bank dan lembaga keuangan lainnya. Terutama berkaitan dengan informasi status kelancaran pembayaran pinjaman nasabah.

Catatan dikumpulkan dalam pertukaran antara bank dan lembaga keuangan dan berisi informasi tentang debitur, agunan, pemilik dan manajemen yang menjadi debitur, jumlah pembiayaan yang diterima, sejarah pembayaran angsuran pinjaman dan kredit macet.

Jika Anda masuk daftar hitam, Anda tidak lagi dapat mengajukan permohonan bantuan keuangan dari lembaga keuangan. Pastikan skor kredit Anda selalu positif dengan membayar tagihan tepat waktu.

2. Tumpukan denda dan bunga

Masalah kedua adalah denda akan terus menumpuk dan menambah jumlah hutang jika Anda menunda pembayaran pinjaman. Pada akhirnya, ini bisa membuat pembayaran menjadi lebih sulit.

Salah satu solusi yang mungkin adalah mengajukan pembebasan bunga atau memperpanjang jangka waktu. Hal ini membuat pembayaran nominal terjangkau dan bermanfaat.

3. Penagih hutang

Untuk mangkir, ada prosedur yang ketat namun teratur yang ditetapkan oleh Asosiasi Pembiayaan Bersama Teknologi Indonesia (AFPI). Pertama, akan ada reminder melalui SMS, email dan telepon. Jika Anda masih belum membayar, tim pinjaman akan mengambil pinjaman di rumah atau menghubungi orang terdekat Anda.

Jika hal ini terjadi, maka akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Itu akan terjadi pada Anda dan orang-orang di sekitar Anda.

Menurut OJK, penagihan dilakukan dalam waktu maksimal 90 hari dengan denda maksimal 100% dari total jumlah pinjaman.

Jika Anda mengalami kesulitan untuk mengembalikan pinjaman, apa yang harus Anda lakukan?

Namun pada kenyataannya, risiko ini dapat dicegah. Menurut Sunu Vidyatmoko, sekretaris jenderal Asosiasi Pembiayaan Bersama Fintech Indonesia (AFPI), organisasi yang mengawasi pinjaman resmi OJK, jika orang yang tidak membayar karena satu alasan dapat mengajukan permohonan ketika mereka dapat membayar. Dengan cara ini, Anda dapat meningkatkan reputasi Anda di bidang pemberian pinjaman keuangan.

Baca Juga :   Solusi Periklanan Digital, Telkomsel DigiAds - Pemenang Perak

“Kalau tidak bayar, misalnya karena kehilangan pendapatan atau keterlambatan gaji, untuk memperbaiki rekam jejak, harus menunjukkan kapan bisa membayar (mengambil pinjaman),” kata Sunu beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, peminjaman melalui fintech track record pengguna tidak akan terhapus. Jadi, jika Anda membayar tepat waktu, peringkat kredit yang baik akan dihasilkan dan ini akan dianggap berisiko rendah dan tingkat bunga kemungkinan akan turun juga.

“Gagal bayar (utang pinjaman) bisa membuat Anda tidak bisa mendapatkan pinjaman dari bank atau keuangan,” katanya.

Check Also

Bolak-balik, rencana Kominfo mematikan televisi analog di Indonesia

Bolak-balik, rencana Kominfo mematikan televisi analog di Indonesia

Pemerintah telah memastikan akan mematikan televisi analog semua siaran televisi analog mulai 2 Desember 2022. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *