Bukan Vivo, Samsung dan Iphone, Ini Raja Baru Smartphone Indonesia
Ilustrasi Hp Oppo.(Kompas/Reka)

Bukan Vivo, Samsung dan Iphone, Ini Raja Baru Smartphone Indonesia

Oppo menjadi Raja Baru Smartphone perusahaan pertama yang mendominasi pasar smartphone Indonesia dalam hal pengapalan pada kuartal ketiga tahun 2021.

Hal ini berdasarkan laporan terbaru dari lembaga penelitian IDC, yang mampu mengungguli perusahaan teknologi besar lainnya.

Menurut IDC, Oppo menempati urutan pertama karena berhasil menjadi Raja Baru Smartphone  dan mempertahankan stok yang relatif stabil meski perusahaan sedang mengalami kekurangan pasokan.

Dilaporkan juga bahwa Oppo masih mendominasi pasar barang murah ($ 100 <$ 200 atau Rs 1,4 juta <Rs 2,8 juta), yang juga merupakan pemasok utama sebagian besar pasokan.

Sedangkan setelah Oppo, ada Vivo di posisi kedua. IDC mengatakan perusahaan dapat meningkatkan penjualan offline dan menghemat persediaan.

“Vivo bisa masuk ke segmen ultra-budget karena harga Y1S turun di bawah $100 dan menempati urutan kedua di segmen budget dengan Y-Series,” jelas IDC, dikutip Rabu (22/12/2021).

Xiaomi yang dulu berada di posisi pertama, kini berada di posisi ketiga.

IDC mengatakan ada masalah pasokan dan persediaan terbatas. Meskipun demikian, Xiaomi masih memimpin segmen mid-range (200 <USD 400 atau 2,8 juta <5,7 juta rupee).

Raksasa teknologi Korea Selatan Samsung menempati peringkat keempat pada kuartal ketiga tahun 2021.

Penyebabnya adalah berkurangnya pasokan akibat penutupan toko akibat penyumbatan. Di sisi lain, IDC menambahkan bahwa seri ponsel layar lipat Samsung memiliki performa yang baik.

Sementara itu, Realme berada di posisi kelima. Perusahaan dilaporkan berpegang teguh pada jumlah pengiriman meskipun ada kekhawatiran akan kekurangan pasokan.

“Realme telah mampu mempertahankan kecepatan dengan memperbarui beberapa model C-series dengan prosesor baru yang memiliki pengiriman yang relatif stabil,” agensi menjelaskan.

Baca Juga :   Ulasan Tentang Game Monster Hunter Portable 3rd

Ponsel cerdas telah dihentikan

IDC mengatakan pengapalan smartphone di pasar domestik juga turun 12,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Artinya, hingga 9,2 juta unit pada kuartal ketiga 2021 karena masalah gangguan saluran dan kesulitan dalam penawaran.

Di Indonesia, sebagian besar triwulan III tahun 2021 ditandai dengan gelombang kedua Covid-19. Hal ini juga memaksa pemerintah untuk memperketat aturan.

Penutupan toko tak terhindarkan di Jawa dan Bali, serta sejumlah titik api lainnya.

Analis pasar junior IDC Indonesia, Vanessa Aurelia, mengatakan sejumlah pemasok akhirnya membuat pilihan untuk mengganti atau tidak merilis model yang lebih banyak masalah pasokan.

“Beberapa vendor mulai menjajaki cara lain, seperti memikirkan kembali strategi distribusi mereka untuk menjaga harga tetap terkendali,” katanya.

Lebih banyak smartphone 5G akan dirilis pada kuartal ketiga 2021, katanya.

Hal ini meningkatkan pangsa produksi dari 6% di tahun sebelumnya menjadi 7%.

Harga Jual Rata-Rata (ASP) smartphone 5G juga turun setiap kuartal menjadi $ 418 (Rs 6 juta) pada kuartal ketiga tahun 2021.

Pasalnya, original equipment manufacturer (OEM) berusaha membuat perangkat ini lebih terjangkau.

Check Also

GoPro Kembali lagi ke Pasar Drone Dengan Camera Ultralight Hero10 Bones

GoPro kembali lagi ke drone, tapi secara berbeda jauh dari yang dilakukan dengan quadcopter Karma yang remuk, sebuah project yang ditinggalnya di awal 2018. Bukannya membuat pesawat terbang, pekerjaan yang bisa dibuktikan sedikit di luar ruangan setir perusahaan, itu pergi untuk camera ini kali, versus Hero10 Black yang dilucuti yang disebutkan Hero10 Black Bones. Ini kemungkinan terlihat seperti opsi yang aneh untuk mereka yang tidak sesuai dengan dunia drone. Kembali juga, camera terpadu pada drone seperti DJI Air 2 favorite yang dicintai beberapa orang cukup oke, dan dibikin khusus untuk pencitraan udara dan video. Tulang Telanjang untuk Drone   Tetapi ada semakin banyak drone dibanding bioskop dan pencitraan lanscape. Pasar fans yang sehat membuat dan menerbangkan mode do–it–yourself. Drone ultralight dan handspun ini ialah yang ada di balik video trending long–take yang melebihi apa yang sudah dilaksanakan pembikin film terpopuler dengan oners—tidak salah untuk memperbandingkan tour video bowling yang memikat atau penerbangan belakangan ini lewat Tesla Gigafactory sama yang buka Touch of Evil. GoPro Bones dibikin untuk drone tipe ini. Ini meliputi semua alat pencitraan dan video yang seperti yang Anda dapatkan di Hero10 Black, namun pada paket yang lebih enteng dan singkat. Nama tersebut, Bones, merujuk pada design yang dipotong, bukan penghormatan ke dokter Leonard McCoy atau Temperance Brennan. Beratnya cuma 54g, 99g lebih enteng dari Hero10 Black. Baca Juga :   Handphone Android tercepat saat ini, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.