Mobil DFSK buatan Indonesia diekspor ke 14 negara di dunia.
Ilustrasi Mobil DFSK .(Gooto/Reka)

Mobil DFSK buatan Indonesia diekspor ke 14 negara di dunia.

Mobil DFSK / Sokonindo Automobile (DFSK) mengatakan kendaraan produksi dalam negerinya telah diekspor ke 14 negara di berbagai benua.

DFSK mengatakan mengekspor 1.766 unit dari Januari hingga Oktober, naik 119 persen dari periode yang sama pada 2020.

Perusahaan mobil asal China mengambil alih pasar Indonesia. Setelah Wuling sebelumnya, kini giliran DFSK atau Dongfeng Sokon yang mencoba peruntungan di pasar mobil Indonesia.

Berbekal harga mobil yang murah dan perlengkapan yang mumpuni, DFSK yakin mobil yang mereka jual akan menarik minat konsumen dan bersaing dengan kendaraan Jepang atau Eropa yang lebih dulu populer di Indonesia.

DFSK perlu membangun kepercayaan konsumen yang cenderung meremehkan kualitas kendaraan China.

DFSK sendiri bukan anak kecil kemarin sore, mereka sudah berdiri sejak tahun 1969 dan masih menjadi salah satu produsen terbesar di China. Untuk pasar Indonesia, DFSK telah membentuk perusahaan patungan bernama PT Sokonindo Automobile.

Mereka membangun bisnis mereka dengan sangat serius, sehingga mereka tidak ragu untuk menginvestasikan banyak uang di Indonesia.

Total investasi yang dikeluarkan DFSK di Indonesia adalah $100 atau lebih dari Rs 1 triliun. Nilai investasi ini digunakan untuk pembangunan pabrik DFSK yang terletak di kawasan industri Modern Cikande, Banten.

DFSK juga gencar mempromosikan produknya di berbagai media cetak dan elektronik agar mobil yang mereka jual dapat menarik minat konsumen yang sudah terbiasa membeli mobil Jepang dan Eropa.

Sangat sulit untuk mendapatkan kepercayaan konsumen. Rata-rata masyarakat Indonesia memiliki sikap negatif terhadap mobil China.

Padahal kualitas mobil DFSK sudah terbukti sangat baik dan didukung dengan teknologi canggih yang membuatnya nyaman dikendarai. Saat ini sudah ada 2 mobil DFSK yang bisa kamu beli di Indonesia dan sisanya tinggal menunggu waktu saja sebelum resmi dirilis.

Baca Juga :   Honda Tanggapi Mobil Listrik Toyota God of Calya Tiba di Indonesia

Tidak ada deskripsi rinci tentang model Mobil DFSK mana yang diekspor untuk negara tertentu,

Namun, pabrik DFSK di Cikande, Serang, Banten diketahui memproduksi SUV Glory 560 dan Glory i-Auto, serta kendaraan niaga Super Cab dan Gelora.

Pabrik tersebut telah berdiri sejak 2017 dengan investasi sebesar Rs 1,4 triliun, yang memungkinkan produksi tidak hanya mobil konvensional,

tetapi juga elektrifikasi.

Kapasitas maksimum pabrik ini adalah memproduksi 50 ribu unit per tahun untuk kebutuhan domestik dan ekspor.

Hingga saat ini, mobil yang diproduksi di pabrik DFSK di Indonesia telah diekspor ke negara-negara di Asia dan Afrika,

antara lain Bangladesh, Maroko, Nepal, Brunei Darussalam, Malaysia,

Myanmar, Filipina, Thailand, Vietnam.

“Mobil DFSK bertujuan untuk memantapkan dirinya di Indonesia,

berekspansi ke Asia Tenggara dan berkembang secara global sejalan dengan

Visi pemerintah adalah meningkatkan ekspor  yang saat ini digunakan,”

kata Ahmad Rofiki, Humas dan Media Manager Sokonindo Automobile, dalam keterangan resminya.

Dalam 10 bulan penjualan DFSK di pasar domestik, Gaikindo mencatatkan 2.453 unit.

DFSK saat ini berada di peringkat 13 dalam daftar merek terlaris,

dengan puluhan ribu unit tergelincir dari Wuling, merek Cina lainnya di tempat kedelapan.

Check Also

Avanza-Xenia tidak termasuk dalam daftar pesaing mobil diskon permanen PPnBM

Avanza-Xenia tidak termasuk dalam daftar pesaing mobil diskon permanen PPnBM

Dua mobil populer di Indonesia, Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, tidak memenuhi persyaratan kandungan lokal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.